BANDUNG, 14 April 2026 – Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di MAN 2 Kota Bandung hari ini. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan literasi lingkungan siswa melalui dua skema inovatif yang relevan dengan tantangan domestik saat ini.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua Jurusan Biologi UIN SGD Bandung, Dr. Ateng Supriyatna, M.Si. Beliau menekankan bahwa PKM ini adalah jembatan antara teori akademik dan aksi nyata di masyarakat.
“Kegiatan PKM Biologi ini merupakan salah satu wadah bagi kita untuk mengembangkan pengetahuan, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan di sekitar kita. Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk lebih memahami pentingnya ilmu biologi dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menjaga kesehatan, melestarikan lingkungan, hingga memanfaatkan sumber daya alam secara bijak,” ujar Dr. Ateng Supriyatna.
Implementasi Dua Tema Utama PKM
Kegiatan PKM ini menghadirkan dua sesi materi praktis yang memberikan solusi aplikatif bagi siswa:
Tema 1: “Peningkatan Literasi Lingkungan melalui Pembuatan Eco-Enzyme sebagai Solusi Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga di MAN 2 Kota Bandung” Materi ini disampaikan oleh Muhimatul Umami, M.Si., yang mengajak siswa mempraktikkan pengolahan limbah organik menjadi cairan multiguna.
“Melalui praktik pembuatan eco-enzyme dan ekstrak buah lerak, siswa diajak menyadari bahwa tindakan sederhana dapat menjadi wujud nyata cinta terhadap alam. Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab moral dan spiritual manusia sebagai penjaga ciptaan Allah. Siswa diharapkan mampu berperan aktif dalam mewujudkan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan,” jelas Muhimatul Umami.
Tema 2: “Praktek Analisis Kualitas Air melalui Rancang Bangun Prototipe Filtrasi Air Sederhana untuk Peningkatan Literasi Lingkungan Siswa MAN 2 Kota Bandung” Sesi ini dipandu oleh Rahmat Taufiq Mustahiq Akbar, M.I.L., yang memfokuskan pada kemandirian siswa dalam teknologi sanitasi.
“Pesan utama kami adalah setiap individu memiliki peran strategis. Dengan pemahaman kualitas air dan keterampilan teknologi sederhana, siswa dapat menjadi agen perubahan. Kegiatan ini menegaskan pentingnya penerapan teknologi tepat guna yang mudah, murah, dan aplikatif sebagai solusi nyata di masyarakat,”.
Antusiasme dan Harapan Keberlanjutan
Ketua Pelaksana PKM, Ita Fitriyyah, M.Si., memberikan apresiasi atas jalannya acara yang berlangsung sangat interaktif. Partisipasi aktif siswa menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap isu lingkungan hidup.
“Pelaksanaan kegiatan PKM hari ini berjalan dengan baik. Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi dalam mengikuti pemaparan materi dan praktik langsung. Kegiatan ini memberikan pengalaman praktis yang aplikatif. Dengan meningkatnya literasi lingkungan, siswa diharapkan tidak hanya menjadi individu yang peduli, tetapi juga dapat berperan sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” kata Ita Fitriyyah.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan prototipe alat filtrasi air secara simbolis kepada pihak sekolah. Melalui sinergi ini, diharapkan MAN 2 Kota Bandung dapat menjadi pelopor madrasah yang adaptif dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Integrasi Ekoteologi: Sains dalam Bingkai Spiritual
Kegiatan ini tidak hanya dipandang sebagai transfer pengetahuan teknis, tetapi juga sebagai implementasi konsep Ekoteologi. Dalam perspektif ini, pelestarian lingkungan dipahami sebagai perwujudan iman dan tanggung jawab moral manusia sebagai Khalifah fil Ardh (pemimpin di bumi) yang bertugas menjaga keseimbangan ciptaan Allah.
Melalui praktik pembuatan eco-enzyme dan teknologi filtrasi air, para siswa diajak untuk melihat bahwa setiap tetes air bersih dan setiap gram limbah organik yang terolah adalah bentuk ibadah nyata (ghairu mahdhah). Kesadaran ekologis yang dibangun bukan sekadar untuk keberlanjutan sumber daya alam, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap integritas ciptaan Tuhan. Dengan demikian, penguasaan ilmu biologi menjadi instrumen bagi siswa untuk menjalankan mandat spiritual dalam menjaga keserasian antara manusia, alam, dan Pencipta.