• Uncategorized

Alumni Biologi UIN SGD Bandung Bedah Peran Vital Mikrobiologi dalam Keamanan Lingkungan dan Kesehatan

BANDUNG – Kelompok Keahlian (KK) Mikrobiologi Jurusan Biologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung sukses menyelenggarakan kegiatan Sharing Session Alumni pada Sabtu (25/04/2026). Acara yang berlangsung secara daring melalui platform Google Meet ini mengangkat tema “Peran Mikrobiologi dalam Menjaga Keamanan Lingkungan dan Kesehatan.”

Kegiatan dengan menghadirkan alumni Jurusan Biologi, Hilyah Aulia Rahmi, S.Si., yang saat ini berprofesi sebagai Analis Mikrobiologi di PT. Inti Surya Laboratorium. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa dan dosen yang antusias mendalami aplikasi teknis mikrobiologi di sektor industri dan lingkungan.

Pentingnya Analisis Mikrobiologi di Laboratorium Lingkungan

Dalam pemaparannya, Hilyah Aulia Rahmi menjelaskan bahwa seorang analis mikrobiologi memiliki tanggung jawab besar dalam pemantauan kualitas lingkungan melalui pengujian sampel air, udara, dan tanah. Beliau membedah berbagai metode teknis yang digunakan di laboratorium, seperti metode Colony Forming Unit (CFU) untuk penghitungan langsung koloni bakteri dan Most Probable Number (MPN) untuk estimasi statistik pada sampel air limbah.

“Mikrobiologi adalah garda terdepan dalam pencegahan risiko kesehatan masyarakat. Dengan memastikan lingkungan bebas dari mikroorganisme patogen seperti E. coli, Salmonella, hingga P. aeruginosa, kita berkontribusi langsung dalam menekan risiko penyakit menular,” ujar Hilyah. Beliau juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi pemerintah (Baku Mutu) dan standar internasional seperti ISO 17025 dalam setiap prosedur pengujian.

Pandangan Ketua Jurusan

Ketua Jurusan Biologi, Dr. Ateng Supriyatna, M.Si., menegaskan bahwa kehadiran alumni sangat penting untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri.

“Pemaparan ini membuktikan Mikrobiologi sebagai instrumen vital dalam kesehatan publik dan lingkungan. Kami berkomitmen terus memperkuat kompetensi teknis mahasiswa agar siap menjadi analis profesional yang adaptif terhadap standar laboratorium global,” pungkasnya.

Menyiapkan Kompetensi Analis Masa Depan

Selain aspek teknis, narasumber juga membagikan pentingnya soft skill bagi seorang analis, seperti orientasi pada detail, manajemen waktu, dan kemampuan bekerja dalam tim. Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Good Laboratory Practices (GLP) juga menjadi poin utama yang harus dipahami sejak bangku kuliah.

Sesi diskusi berlangsung interaktif, di mana mahasiswa menggali lebih dalam mengenai tantangan melakukan pengujian parameter mikrobiologi sesuai regulasi Permenkes dan Permen LHK. Acara ditutup dengan motivasi dari narasumber agar mahasiswa terus mengasah keterampilan diagnostik dan dokumentasi data untuk menjadi analis yang valid dan kompeten.

(MGH)

You may also like...