Mengintegrasikan Sains dan Ekoteologi, Jurusan Biologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Rangkaian PKM Pemberdayaan Pangan Lokal di Desa Narawita, Cicalengka

CICALENGKA, BANDUNG — Dalam upaya mengimplementasikan ilmu kehati-hatian hayati dan nilai-nilai ekoteologi, Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan rangkaian program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kp. Bolang, RW 10, Desa Narawita, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Rangkaian program ini mengusung dua fokus utama pengolahan pangan berbasis potensi lokal dan pemenuhan gizi masyarakat.

Pengembangan Keripik Tempe Fermentasi sebagai Produk Premium

Pada tema pertama, tim PKM mengusung agenda “Pengembangan Keripik Tempe Fermentasi sebagai Produk Premium Tinggi Protein di Desa Narawita, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung”. Program ini berfokus pada diversifikasi olahan kedelai melalui sentuhan bioteknologi konvensional (fermentasi) guna meningkatkan nilai ekonomi produk lokal serta ketersediaan camilan tinggi protein bagi warga sekitar.

SPIN2FUN: Transformasi Bayam Duri untuk Pemenuhan Gizi Anak

Pada kegiatan selanjutnya, dilangsungkan tema kedua bertajuk “SPIN2FUN: Transformasi Bayam (Amaranthus spinosus) menjadi Camilan Gurih dan Dessert Beku untuk Pemenuhan Gizi pada Anak”. Melalui inovasi SPIN2FUN, tumbuhan bayam duri (Amaranthus spinosus) yang kerap dianggap gulma diolah menjadi camilan renyah dan dessert beku yang disukai anak-anak untuk membantu mengatasi permasalahan ketimpangan nutrisi dan pemenuhan zat gizi harian.

Sentuhan Kajian Ekoteologi: Tanggung Jawab Spiritual dan Ekologis

Seluruh rangkaian kegiatan PKM ini diikat oleh fondasi kajian ekoteologi biologi, di mana penerapan sains dipandang sebagai bentuk perwujudan iman dan pelaksanaan amanah manusia sebagai Khalifah fil Ardh:

  1. Prinsip Halalan Thayyiban dan Fermentasi: Pengolahan keripik tempe fermentasi memanfaatkan peran optimal mikroorganisme secara alami untuk menghasilkan produk pangan yang tidak hanya halal, tetapi juga bernutrisi tinggi (thayyib) demi menjaga kesehatan masyarakat.
  2. Optimalisasi Ciptaan (No Waste): Pemanfaatan bayam duri (Amaranthus spinosus) menegaskan prinsip bahwa setiap komponen keanekaragaman hayati ciptaan Tuhan memiliki manfaat bernilai tinggi jika dikelola dengan pengetahuan biologi yang tepat.
  3. Pemberdayaan Berkelanjutan: Melalui pengintegrasian ontologi, epistemologi, dan aksiologi keilmuan, kegiatan ini tidak hanya mentransfer keterampilan teknis kepada warga di Desa Narawita, melainkan juga menanamkan kesadaran etis dan rasa syukur atas keberlanjutan ekosistem lingkungan setempat.

Rangkaian kegiatan PKM ini diharapkan dapat menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis UMKM serta meningkatkan kesadaran gizi berbasis potensi keanekaragaman hayati lokal secara berkelanjutan di Desa Narawita.

Apresiasi dari Pimpinan Jurusan Biologi

Ketua Jurusan Biologi FST UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim dosen, mahasiswa, serta warga Desa Narawita atas terselenggaranya rangkaian program pemberdayaan ini.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh civitas akademika dan antusiasme masyarakat Desa Narawita. Rangkaian kegiatan ini merupakan bukti nyata bagaimana keilmuan biologi tidak hanya berhenti pada ranah teoritis di laboratorium, tetapi hadir memberikan solusi konkret bagi permasalahan gizi dan ekonomi masyarakat. Kami berharap inovasi ini dapat terus berkelanjutan dan menjadi model pemberdayaan berbasis potensi hayati lokal,” ungkap Pimpinan Jurusan Biologi.

MGH

You may also like...